Neng Vina

  • Home
  • About Me
  • Sitemap
  • Contact
CINTA adalah sebuah anugerah. Cinta membuat kita bahagia. Begitu kata mereka yang baru jatuh hati. Cinta bikin hati berbunga-bunga, begitu kata orang puitis. Dan, cinta itu bikin hidup lebih berwarna, begitu kata mereka yang sedang asyik melukis hati.

Awalnya, aku sependapat dengan asumsi orang-orang tentang cinta. Sampai saat ini, semua itu valid dan tidak salah. Namun, perlahan-lahan aku mulai menyadari kalau cinta juga tentang belajar memulihkan luka dan belajar menerima.

Jangan Gegabah, Kiat Jatuh Cinta Agar Tidak Mudah Kecewa!

Siapa, sih, yang tidak pernah jatuh cinta dalam hidupnya? Ya, meskipun tipis-tipis, tetapi setidaknya pernah suka dan tertarik dengan orang lain, ‘kan? Aku yakin kamu juga sepakat segala asumsi tentang cinta. 

Dalam hidup, kadang kita tidak hanya jatuh cinta sekali, tetapi berkali-kali dalam fase yang berbeda. Melalui perjalanan cinta satu ke yang lain. Melewati perasaan bahagia dan sedih. Merasakan senang hati hingga patah hati. Akan tetapi, kenapa, ya, setiap jatuh cinta kadang selalu merasa kecewa?

Banyak hal yang kita tidak sadari dan kita tidak persiapkan. Mungkin karena rasa jatuh cinta terlalu mendominasi, sampai lupa untuk memikirkan hal lebih penting yang akan berdampak bagi kita ke depannya. ini dia kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa!

1. Sadari Kalau Sedang Jatuh Cinta 

Kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa, pastikan kita harus sadar kalau sedang jatuh cinta. Cinta itu datangnya suka tiba-tiba dan tidak terduga. Namun, cinta juga hadir karena kita yang memutuskan atau cinta datang dengan sendirinya.

Kadang, ada orang yang denial, menolak bahwa dia sedang menyukai seseorang. Namun, ada juga orang yang tidak sadar kalau dia sedang jatuh cinta. Memangnya kenapa penting banget, sih, menyadari perasaan sendiri?

Penting karena awareness terhadap perasaan cinta itu dapat membantu kita untuk tetap melangkah atau tidak.

Kalau kita tidak, menyadari perasaan cinta, kita akan lalai untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Kalau kita sadar sedang jatuh cinta, akan memudahkan untuk mengambil keputusan. Dengan menyadari perasaan, kita lebih bisa menghindari perasaan kecewa ataupun patah hati.

2. Pikirkan Risiko dan Konsekuensi

Jika sudah sadar tentang perasaan kita, selanjutnya memutuskan untuk melanjutkan perasaan atau tidak? Tentunya dalam setiap pengambilan keputusan akan selalu ada risiko dan konsekuensinya. 

Belajar dari yang sudah-sudah, salah satu faktor utama yang membuat kita mudah kecewa adalah kita tidak memikirkan risiko dan konsekuensi. Sebab, saat mencintai kita akan dihadapkan dengan dua kemungkinan: penerimaan atau penolakan.

Semua orang itu pada dasarnya baik, kok. Baik ke teman, baik ke keluarga, baik ke pasangan, ataupun baik ke gebetan. Pelajarannya adalah bagaimana cara kita tidak baper dengan kebaikan seseorang terhadap kita. Kalau misalnya orang yang kita suka itu baik dengan kita dan kita baper, akan ada dua kemungkinan: senang hati atau patah hati.

Bisa saja dia baik ke kita, ya, karena kita adalah temannya, tidak lebih. Pada akhirnya, karena adanya kesalahpahaman, kita patah hati dan merasa dikecewakan. Padahal, dia tidak tahu apa-apa, lo. 

Kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa adalah kita harus ukur risiko dan konsekuensi. Pikirkan, diri dan perasaan kita, ke depannya, kalau cinta tidak memihak padamu. 

3. Menajemen Harapan dan Ekspektasi

Setelah memikirkan risiko dan konsekuensinya, kemudian memilih untuk meneruskan perasaan jatuh cinta. Artinya perasaan kita harus dikendalikan,. Salah satu hal mengecewakan ketika jatuh cinta adalah karena tingginya harapan dan ekspektasi terhadap orang yang kita suka.

Tentu kita sudah sepakat, ya, kalau ketika memutuskan untuk mencintai seseorang, bukan berarti orang itu akan mencintai kita balik. Dan, artinya kita sepakat kalau cinta sepihak itu tidak enak. Nah, ketika kita berada di posisi cinta sepihak, kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan di dunia nyata.

Misalnya, kita punya keinginan perasaan , dibalas, tetapi hal itu tidak terjadi di dunia nyata. Kemudian kita membuat skenario atau cerita cinta di kepala. Karakternya adalah diri kita dan dia.

Kita sangat mendalami skenario itu dengan emosional sehingga terasa nyata, padahal hanya ilusi. Ilusi dan skenario itu adalah ekspektasi yang kemudian diterima oleh hati. Akhirnya, hati menuai harapan dari ekspektasi yang dibangun di kepala.

Apa yang ada di kepala terasa sangat nyata, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Perasaan cinta itu tumbuh karena skenario yang kita bikin sendiri di kepala, bukan karena apa yang terjadi di dunia nyata. Karena kita tahu, kita tidak akan mendapatkan perasaan itu di dunia nyata.

Jadi, kita harus bisa manajemen harapan dan ekspektasi. Berharap sewajarnya, apa lagi ke manusia yang dengan mudahnya bisa membuat kita kecewa. Jangan sampai menyakiti diri sendiri dan menyalahkan orang lain karena perasaan sepihak.

4. Jujur dengan Perasaan Sendiri

Ini opsi dan tidak semua orang harus melakukannya, kok, tetapi poin ini aku rasa cukup efektif untuk kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa. Walaupun, balik lagi kita harus bisa manajemen harapan dan ekspektasi. Belajar juga untuk menerima kenyataan.

Yaitu jujur dengan perasaan sendiri. Selain sadar dengan perasaan jatuh cinta tidak ada salahnya, kok, kalau kita validasi perasaan itu terhadap diri sendiri. Bahkan, agar perasaan tidak sia-sia, kita bisa jujur tentang perasaan kepada orang yang disuka. Lo, ya malu, dong!

Iya, aku tahu itu bukan hal yang mudah dan butuh keberanian. Dan, jujur ini bukan berarti kita harus menembak atau mengejar orang yang disuka. Terutama untuk perempuan. Ketika kita memutuskan untuk jatuh cinta dan sadar cinta ini sepihak, kita punya dua pilihan: cinta diam-diam atau jujur langsung ke orangnya.

Kalau cinta diam-diam, tentu rasanya akan terlalu sakit dan menyesakkan. Kalau jujur tentang perasaan ke dia, meskipun dia tidak ada rasa yang sama dengan kita. Kita akan merasa sedikit lebih lega dan bisa menerima bahwa cinta itu tidak harus memiliki.

Cukup bilang, “aku suka sama kamu. Masalah kamu suka sama aku atau enggak, itu hanya bonus untuk aku. Aku cuma mau jujur sama kamu dan jujur dengan diri aku sendiri. Karena aku tau cinta ini hanya sepihak, dengan kamu tau aku suka sama kamu, setidaknya perasaan aku tidak ,sia-sia.”

5. Cinta bukan Tentang Suka-Suka

Jangan jatuh cinta kalau cuma mau senang-senangnya doang. Dan, jangan jatuh cinta kalau cuma pengin punya kisah romantis seperti di serial drama. Jatuh cinta itu memang mudah, tetapi menjalaninya tidak semudah itu. Banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi.

Kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa, yuk, realistis. Ini dunia nyata bukan dunia peran. Mencintai itu butuh kedewasaan, kebijaksanaan, kebesaran hati. Semua itu yang akan membantu kita untuk bisa berjalan meskipun sedang dalam kondisi patah hati.

Perjalanan cinta itu bukan hanya memberi warna dalam hidup dan merangkai bunga dalam hati, melainkan perjalanan cinta itu salah satu pembelajaran hidup untuk kita bisa memaknai cinta lebih dalam lagi.

Cinta bukan sekadar suka dan suka melainkan cinta juga tentang duka dan duka. Ketika perasaan berbalas, mungkin awalnya akan senang hati, tetapi selanjutnya bagaimana kita bisa mempertahankan perasaan yang sama itu? Dan, ketika perasaanmu tidak berbalas, kita juga harus belajar untuk menerimanya.

Jangan mau diperbudak cinta, nanti kita kecewa. Ketika jatuh cinta, tetap pegang kendali diri, terutama perasaan sendiri. Kendalikan pula pikiran dari segala ekspektasi yang memicu harapan tinggi. Kita tidak boleh runtuh hanya karena jatuh cinta, tetapi kita harus menjadi tangguh karena jatuh cinta. 

ITU DIA kiat jatuh cinta agar tidak mudah kecewa. Memang sulit, tetapi itu baik untuk kesehatan hati dan hidup kita! 
Ketika kita patah hati

ADA satu fase yang akan menghadapkan kita dengan cinta. Cinta itu memang tidak bisa diprediksi. Namun, bukan Berarti tidak bisa diantisipasi.

Kebanyakan orang terlalu euforia dengan bahagianya cinta. Sampai melupakan ada risiko dan konsekuensi yang suatu hari pasti akan datang.

Perjalanan cinta tentu tidak akan semulus itu, 'kan? Akan dinamika yang terjadi. Kalau kita tidak memiliki antisipasi, khawatir jadi gamon atau gagal move on!

Makna Move On: Cara Agar Cepat Move On!

Secara gamblang, kata move dalam bahasa Inggris berarti pindah. Move on adalah berpindah dari satu tempat dan membiasakan diri pada suatu aktivitas baru. 

Menurut penelitian Journal of Positive Psychology, hanya butuh waktu selama 11 Minggu atau selama 3 bulan untuk move on dengan melibatkan 155 partisipan.

Kita sama-sama sepakat, betapa move on merupakan proses yang sulit. Dalam proses tersebut, banyak perjuangan yang dilakukan. 

Memulihkan luka di hati memang tidak ada obat fisiknya. Pada akhirnya, kita sendiri yang harus mengendalikan diri. Oleh karena itu, penting menikmati proses.

Cara agar cepat move on dari seseorang

1. Menyibukkan Diri

Hal perta cara agar cepat move on adalah mencari kesibukan. Dengan menyibukkan diri, otomatis pikiran akan terbagi dengan kesibukan tersebut. 

Carilah kegiatan yang melibatkan orang banyak atau membutuhkan waktu yang sesuai. Supaya tidak ada tempat untuk memikirkan si dia yang tak kunjung hilang. 

Meski begitu, kita harus tetap mengontrol dan membatasi kegiatan. Hindari kesibukan yang mengganggu kesehatan.

Bagaimanapun tubuh butuh rehat untuk kembali beraktivitas esoknya. Walaupun sedang patah hati, kewarasan pun harus dijaga.

2. Berhenti Jadi Stalker

Coba tinggalkan jejak di bawah, bagi kamu yang masih suka mengintai media sosial si dia? Sementara, kamu masih berusaha untuk move on. 

Kalau begitu sih, sama saja dapat menghambat usaha kita sendiri. Hal itu hanya akan membuat rencana move on bisa gagal. 

Setiap orang memang punya cara sendiri. Akan tetapi, ketika merasa kesulitan move on, coba batasi diri dengan berhenti mengikuti akun media sosialnya.

Bukan berarti memusuhi, melainkan sebagai bentuk menjaga kesehatan hati dan mental kita. Nanti, kalau sudah selesai dengan mss lalu, bisa diikuti kembali. 

3. Mengendapkan Pemberian si Dia

Selama membersamai hari-hari dengan dia, pasti sudah banyak hal yang dilalui. Segala momen diarungi, termasuk merayakan hari-hari penting.

Dari situ pasangan akan mendapatkan hadiah atau saling bertukar kado sebagai tanda kasih. Kebanyakan di antaranya berupa boneka, atau bunga yang pasti akan disimpan.

Selama apa pun bersama, jika harus berpisah, kita tidak dapat menentang takdir. Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah move on.

Dengan cara menyingkirkan barang-barang dari dia. Bukan bermaksud untuk tidak menghargai, melainkan agar dapat meminimalisir ingatan dengannya.

4. Menerima Kenyataan

Di balik suka-suka dalam kebahagiaan yang kita rasakan, kita tidak boleh lupa bahwa ada duka-duka yang harus dihadapi. Salah satunya adalah merelakan perpisahan.

Kita harus diterima kenyataan. Memang tidak mudah, tetapi begitulah kehidupan mengajarkan manusia untuk ikhlas. Nyatanya, kenyataan tidak bisa dihindari.

Menerima bahwa dia sudah tidak lagi bersama dengan kita. Mengikhlaskan hati dan merelakan diri. Makin kita denial, makin melukai diri sendiri.

Belajar move on

5. Jangan Dilupakan

Tidak semua orang menyadari, hal inilah salah satu yang membuat usaha move on kita gagal! Cara agar cepat move on kali ini cukup efektif.

Belajar dari pengalaman, move on berkali-kali dan selama itu selalu berusaha melupakannya, tetapi justru makin terngiang-ngiang. 

Sebab, tanpa sadar dengan memaksa diri untuk melupakannya sama saja dengan mengingatnya. Akan tetapi dalam konteks ingin melupakan. 

Lalu, bagaimana? Let it flow, jangan dipaksa, jangan dilupakan, jalani hari-harimu seperti biasanya. Perlahan kita akan terbiasa. Waktu secara otomatis akan sedikit menggeser pikiran kita dari si dia.

Meski waktu tidak dapat menghilangkan kenangannya, tetapi kita bisa mengendalikan pikiran kita. Pada akhirnya, move on bukan tentang melupakan, melainkan membiasakan diri dari yang ada menjadi permah ada.

SETELAH menerapkan cara agar cepat move on. Satu hal penting yang harus dimulai  adalah dengan niat. Niat yang kuat untuk move on dan jangan berharap.

Terlalu larut dalam kesedihan, hanya akan membuat kita jadi tidak sehat. Sebab, move on itu harus membiasakan diri tanpa dia bukan melupakan.

Melupakan atau menghapuskan seluruh tentang dia itu mustahil. Apa lagi kalau sudah banyak kisah dilalui. Akan tersimpan dalam memori. Suatu saat memori itu bisa saja terlintas.

Supaya tidak mudah jatuh cinta dan meminimalisir diri untuk sulit move onn. Sebelum mencintai seseorang, ketahui dan pahami akan ada risiko dan konsekuensi.

Artinya, jika mencintai, maka kita harus siap untuk jatuhnya juga. Selamat berjuang, terapkan cara agar cepat move on ini, ya!



Referensi:

https://m.liputan6.com/citizen6/read/4482628/menurut-penelitian-ini-waktu-yang-dibutuhkan-seseorang-untuk-move-on

https://www.google.com/amp/s/www.gramedia.com/best-seller/cara-move-on-dari-mantan/amp/

https://m.merdeka.com/jabar/arti-kata-move-on-dalam-percintaan-begini-tips-melakukannya-kln.html
Ketika kita memberi nasihat

TIDAK semua orang suka dinasihati. Nasihat itu seperti kesalahan yang dibalut dengan kepedulian. Cukup sensitif, sehingga perlu sikap elegan dalam menasihati.

Semua orang memahami esensi nasihat adalah bentuk perbaikan diri. Namun, tidak semua orang memahami cara menasihati yang baik. Akhirnya melukai hati orang lain dan justru tidak ada perbaikan.

Nasihat yang harusnya jadi tempat kepedulian kita, kalau salah sikap bisa berujung mempermalukannya. Wajar kalau banyak yang tidak suka dengan nasihat. Sejatinya, nasihat itu adalah kebaikan.

Sikap Elegan, Cara Menasihati yang Baik

Apakah kamu pernah, mendpahkan nasihat baik dari seorang teman? Sebetulnya tidak ada yang salah dengan nasihat yang disampaikan. Akan tetapi, cara penyampaiannya membuat kamu malu.

Nasihat tersebut disampaikan di depan umum. Teman kamu terang-terangan menyebutkan kesalahan kamu yang harus diperbaiki. Pada akhirnya, orang lain mengetahui kesalahan kamu.

Nasihat yang harusnya jadi pembelajaran, berujung rass malu. Hal ini bisa menyebabkan seseorang jadi tidak percaya diri. Nasihat yang harusnya mempererat hubungan, jadi merenggang.

Kadang-kadang, kita terlalu sibuk ingin menasihati orang lain, tetapi lupa untuk memperhatikan sikap stau cara penyampaiannya. Niat baik harus disampaikan dengan sikap baik. 

Cara menssuha yang baik

1. Memvalidasi Kebenarannya

Manusia kadang-kadang terlalu mudah menilai dari pekerjaan pancaindra. Hanya mencukupkan informasi valid dari cara melihat dan mendengar. 

Sejatinya, apa yang kita lihat dan dengar tidak melulu mengisyaratkan kebenaran. Kalau hanya mencomot tanpa validasi, berarti kita kurang literasi. 

Cara menasihati yang baik harus didasari dengan validasi. Batapa kita harus melakukan analisis atau cari tahu lebih dulu sebelum melakukan validasi.

Dengan melakukan validasi, kita akan terhindar dari fitnah. Kalau kabar itu benar, coba pikirkan alasan mengapa dia seperti itu? Jangan langsung menyalahkan dan memandang sebelah mata. 

2. Menentukan Waktu yang Tepat

Setelah mendapatkan validasi, mulai tentukan waktu yang tepat. Kira-kira kapan, ya, dia punya waktu luang untuk diajak bertemu? Apakah dia dalam kondisi yang baik-baik saja?

Kadang kita akan sulit menerima nasihat dari orang lain dalam keadaan banyak masalah. Dinasihati di saat berat seperti itu rasanya seperti sudah jatuh tertimpa tangga. 

Dengan mengatur waktu dan memperhatikan kondisinya, setidaknya kita menunjukkan bentuk peduli. Artinya, kita memiliki empati yang baik.

3. Jangan Mempermalukan

Seperti yang telah kusinggung tadi, satu-satunya alasan nasihat gagal total dan malah melukai hati itu karena kita menasihati di depan umum alias di hadapan banyak orang. 

Carilah tempat yang nyaman untuk bisa diajak bertemu. Tempat yang tidak terlalu banyak orang. Selama satu sama lain masih bisa berinteraksi dengan baik. 

Dengan begitu, nasihat akan langsung sampai ke hati. Sampaikan dengan baik tanpa mengeraskan suara. Sehingga orang yang dinasehati merasa aman. 

4. Bertutur Kata yang Baik

Cara menasihati yang baik selanjutnya adalah memilah fiksi yang tepat. Bertutur kata baik tanpa merendahkan. Sebab, menyampaikan kesalahan merupakan hal sensitif. 

Biasanya, kesalahan berkaitan dengan perilaku atau sifat dia yang menurut kita masih bisa diperbaiki. Jangan kita mengintimidasi apa lagi menghardiknya. 

Pertama-tama, ada baiknya kita ajak mendiskusikan hal lain. Menanyakan kabar dia dan kondisinya saat ini. Setelah dirasa dapat vibes yang nyaman, baru mulai menasihati. 

Kita bisa gunakan kalimat, "Hei, menurutku mungkin sikapmu yang kemarin akan lebih baik kalau seperti ini, deh. Gimana menurut kamu?"

Atau, "Aku tau kamu orang baik, tapi aku cuma mau ingetin aja, tetap hati-hati, ya, dalam bersikap? Aku enggak mau kehilangan kebaikan kamu ini."

Nasihat bisa dibalut dengan diskusi, saling berpendapat, dan menghargai satu sama lain. Dengan ini, harapannya dia akan bisa berpikir dengan baik. 

5. Berprasangka Baik

Sebelum menasihati, ubah pola pikir kita menjadi aku akan menasihati orang untuk kebaikan dirinya, bukan untuk menyalahkan kesalahannya. 

Memang tidak semua orang menyadari kesalahannya.  Untuk menyadarinya, tidak bisa menjelaskan kesalahan secara eksplisit, apa lagi sampai disalahkan. 

Ada cara lain yang lebih elegan, yaitu dengan cara mengajak dia ke arah yang sebaliknya dari apa yang sudah dia lakukan. Jadi, kita bisa melakukan aksi lebih dulu dibanding verbal. 

Meski kesalahannya valid, tetap saja kita tidak boleh berburuk sangka. Akan selalu ada alasan di balik sebuah kesalahan.  Kita hanya membantu dia mencari alasan memperbaiki diri.. Membuat dia belajar dari kesalahan. 

6. Menghindari Pemaksaan

Setiap orang pasti punya pandangan masing-masing dalam berkeyakinan. Baik itu benar maupun salah. Ini adalah hal yang benar-benar nyata di tengah kehidupan kita. 

Menurut kita itu salah, menurutnya itu sebaliknya. Tidak ada salahnya untuk menasihati tentang apa yang menurut kita benar.  Selama tidak menyinggung perasaan dan berujung pertikaian. . 

Cukup sekali menasihati dan biarkan dia berpikir untuk memutuskan. Sebab, dia tang menjalani hidupnya dan dia tahu kejadian sebenarnya.à

Kita pun tidak bisa memaksa pendapat kita paling benar. Memaksa dia untuk mengikuti kemauan kita. Kita perlu belajsr menghargai orang lain.

Jangan menyebar rahasia

7. Menjaga Rahasia

Niat menasihati kita hanya satu, belajar dan memperbaiki kesalahan. Bukan untuk mengaktualisasi diri bahwa kita ini baik kepada dia. M

Selain itu, setelah kita selesai memberi nasihat kepada seseorang, ada baiknya tutup rapat diskusi dan nasihat. Tidak perlu disebarkan ke semua orang. 

Menasihati secara rahasia, artinya segala percakapan berupa nasihat ataupun kesalahan di dalamnya juga bersifat rahasia. 

Jangan sampai niat dan sikap baik kita ini gugur karena kita telah melakukan dosa gibah. Jadi, lupakan segalanya dan tetap berkomunikasi baik Dengannya. 

MENASIHATI memang tampak begitu mudah karena tinggal bicara. Akan tetapi, nasihat pun harus disampaikan dengan sikap elegan. 

Nasihat di sini tidak melulu tertuju kepada orang lain. Kadang, diri kita sendiri pun selalu membutuhkan nasihat agar menjadi pribadi yang lebih haik lagi. 

Tidak perlu merasa tidak enak atau merasa tidak pantas untuk menasihati. Nyatanya, amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban kita sebagai muslim, 'kan?

Bersisian juga kita sambil berusaha terus memperbaiki diri. Sebab, manusia harus berproses dan berkembang agar memiliki kualitas hidup yang baik. 

Paling penting, sebelum menasihati coba posisikan diri sebagai dia. Hal ini dilakukan supaya nasihat kita tidak terkesan menggurui. 

Yuk, mulai sekarang terapkan cara menasihati yang baik dengan sikap elegan!


Sadar akan kemampuan diri
NYATANYA tidak semua orang mengenal dirinya sendiri. Ada orang yang tidak tahu kemampuan dan karakter dirinya. Tidak menyadari adanya kelebihan dan kekurangan diri.

Sayangnya, fenomena tersebut dipicu kleh hal yang sering kita lakukan. Kita jadi tidak Percaya diri. Membandingkan diri dengan orang. Merasa tidak pantas. Akan menghambat pengembangan diri

Memang betul, kita merupakan makhluk sosial. Hampir sebagian hidup kita dihabiskan dengan orang lain. Namun, bukan berarti kita terus memikirkan orang lain.

Inilah Alasan Belum Mengenal Diri Sendiri

Setiap orang sebaiknya punya kesadaran diri atau dalam istilah psikolog disebut self-awareness. Singkatnya, self-awareness adalah seseorang sadar akan kemampuan dirinya sendiri.

Sebuah riset dari Harvard Business Review mengatakan bahwa sedikitnya 10—15% dari 50 responden yang mempraktekkan self-awareness dengan benar. 

Seorang psikolog, Tasha Eurich, menurutnya ada tiga faktor alasan tentang tingkat mengenali diri sendiri. 
  • Memiliki blind spot tertentu, yaitu ketika menjalani hidup dengan otomatis, tetapi tidak menyadari aspek-aspek lainnya.
  • Feel-good effect, yaitu kondisi ketika kita hanya merasa bahagia saat diri sesuai dengan ekspektasi. 
  • Cult of Self (konsep pribadi Tasha Eurich), tingginya percaya diri akibat popularitas di media sosial

Artinya kita harus punya self-awareness untuk mengenal diri sendiri dengan baik. Cara paling sederhana, mulai perhatian dengan diri sendiri. 

Dalam mengembangkan self-awareness, kita harus punya batasan agar terhindar dari  akibat terlalu percaya diri. Kita juga harus tahu, alasan belum mengenal diri sendiri. 

Alasan belum mengenal diri sendiri

1. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Tanda seperti ini salah satu pemicu alasan belum mengenal diri sendiri. Jika ini terjadi terus-menerus, artinya kita belum kenal siapa, sih, diri ini?

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, apa, sih, keuntungan membandingkan diri dengan orang lain? Bukannya waktu jadi terbuang sia-sia, ya?

Kalau kita bandingkan diri dengan orang lain, berarti kita tidak menyadari kemampuan dalam diri. Fatalnya, mampu menjadikan kita seperti orang lain.

Tiap dari kita punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan harus dikendalikan, kekurangan mesti dipelajari bukan dikomparasi dengan kelebihan orang lain. 

Tidak adil rasanya kekurangan diri sendiri dikomparasi dengan kelebihan orang lain? Apa lagi kalau sampai underestimate dengan kelebihan/kemampuan diri sendiri. 

Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Yuk, mulai fokus kembangkan kemampuan diri dan mempelajari kekurangan. M

2. Berfokus pada Orang Lain daripada Diri Sendiri 

Kehidupan itu milik kita sendiri. Tiap orang punya kehidupan dan ceritanya masing-masing. Mengapa kita tidak berusaha fokus dengan diri sendiri di kehidupan kita?

Kadang kita terlalu banyak mikirin kemampuan orang lain. Lantas, kemudian berasumsi kemampuan mereka lebih baik dari kita. Hidup ini punya kita atau mereka?

Coba mulai peduli dengan diri sendiri. Hal apa yang tidak kita sukai? Berani untuk berkata tidak dengan baik terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan diri sendiri. 

Bukan menjadikan diri egois. Hidup ini harus seimbang. Harus banyak memikirkan diri sendiri, baru orang lain. Kita juga butuh ruang sendiri-sendiri.

3. Memiliki Harapan dan Ekspektasi Tinggi

Berharap dan berekspektasi itu wajar, penting juga untuk mengembangkan diri. Akan tetapi, kalau harapan terlalu besar dan ekspektasi ketinggian bisa jadi bumerang! 

Jangan paksa diri untuk menjadi lebih dan lebih lagi sampai melampaui batas. Kadang-kadang hal seperti ini akan membuat kita jauh dengan diri sendiri. 

Lakukan dengan perlahan,, selama kita masih mengenal diri sendiri. Harus berhati-hati dengan harapan dan ekspektasi. Ini alasan belum mengenal diri sendiri. 

Dalam bayangan terasa menyenangkan, tetapi kalau tidak sesuai kenyataan? Apakah kita masih bisa senang?

4. Kurang Bersyukur

Alasan belum mengenal diri sendiri, kita selalu merendahkan diri. Nge-judge, kalau kita tidak keren dan tidak hebat! Tidak seperti orang lain. 

Balik lagi ke harapan dan ekspektasi. Kalau ekspektasi kita tentang keren dan hebat itu standarnya sama dengan orang lain, ya, jelas kita tidak akan bisa keren!

Setiap dari kita punya kekurangan. Selain dipelajari, bukankah harus disyukuri juga? Kekurangan yang ada bukan untuk direndahkan, melainkan dikendalikan agar menjadi kekurangan yang baik. 

Dengan self-awareness, selain menyadari kemampuan, kita juga akan sadar dengan kekurangan dan tahu cara mengendalikannya. 

Belajar bersyukur . Seseorang yang mengenal dirinya dengan baik, dia telah mensyukuri apa yang dia dapatkan.

Mendengar kata hati

5. Tidak Mendengarkan Kata Hati

Selalu ikut kata orang lain, selalu ikut keputusan orang lain, selalu mengiyakan kata orang tentang kita. Lantas, apa kita sudah melakukan hal sama untuk diri sendiri?

Kata-kata orang lain yang berasumsi tidak baik tentang kita selalu didengarkan. Dimasukkan ke hati sampai menumpuk. Alhasil, kata hati terbungkam karena ditimbun perkataan orang lain. 

Belajar mengempaskan asumsi orang tang menganggap kita tidak pantas. Daripada menelan asumsi rendah orang tentang kita, sebaiknya kita cukup tunjukkan dengan kualitas diri kita.

Tidak akan ada habisnya kalau kita mendengar omongan negatif orang. Sementara, kita mengabaikan kata hati sendiri. Sekarang, mulai untuk dengarkan diri kita sendiri.

MEMAHAMI alasan belum mengenal diri sendiri. Bisa menjadi acuan dalam mengembangkan diri. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menghargai diri.

Kadang-kadang kita tidak mengenal diri sendiri itu, ya, karena kita selalu judging diri semaunya. Sejatinya, setiap orang istimewa dengan kemampuannya sendiri. 

Percaya dengan diri kita sendiri itu penting. Dengan kepercayaan itu, setidaknya kita dapat memosisikan diri saat berinteraksi dengan orang lain. 

Yuk, mulai seimbangkan hidup, jadilah bahagia. Hari ini mungkin belum mengenal diri sendiri, tetapi besok, pastikan kenali diri sendiri dengan baik!
Ketika merasakan kesepian
KESEPIAN merupakan hal yang pasti dialami oleh semua orang. Masing-masing orang punya pemicunya sendiri. Artinya, kesepian ialah sesuatu yang normal. 

Dikutip dari laman Science Alert, seorang ahli epidemiologi dari University of Sydney. Melody Ding dan rekan-rekannya mengakumulasi 57 studi observasional dari 113 negara tentang kesepian tahun 2000 s.d. 2019.

Diperkirakan, remaja memiliki persentase terbanyak yang merasa kesepian. Hal itu didata dari 77 negara bahwa masalah tersebut memiliki persentase 9,2% di Asia Tenggara. Sementara, 14,4% di Mediterania Timur.

Bahkan sebelum pandemi, kesepian telah menjadi momok tersendiri.  Ketika pandemi, angka kesepian makin meningkat.

5 Cara Mengurangi Rasa Kesepian!

Merasa sepi dan sendiri memang punya kemiripan, tetapi keduanya adalah hal yang berbeda. Orang yang kesepian sudah pasti merasa sendiri, tetapi orang yang sedang sendiri belum tentu merasa sepi.

Kalau sedang sendiri bisa saja kita sibuk melakukan kegiatan atau memang lagi ingin sendiri. Kalau merasa sepi, biasanya akan menyerang diri dengan asumsi pikiran yang tidak semestinya.

Kesepian tidak hanya terpaku saat sendiri. Nyatanya, banyak dari kita yang tetap merasa sepi, padahal sekeliling kita ramai orang-orang. Siapa yang pernah seperti ini?

Banyak sekali pemicu-pemicunya. Bisa terjadi karena faktor eksternal seperti broken home, menempati tempat tinggal baru, tidak memiliki hubungan intens dengan orang lain.

Rasa kesepian bisa juga disebabkan oleh faktor internal. Salah satunya, dipicu oleh pikiran-pikiran kita sendiri. Nah, ini juga berbahaya.

Ketika merasa sepi, kita akan mudah sekali berpikiran buruk. Contohnya, merasa tidak punya teman/kerabat yang bisa diajak bercerita. Sehingga berasumsi tidak ada yang peduli dengan kita. 

Perasaan tersebut memang wajar, tetapi akan menjadi tidak wajar kalau-kalau dibiarkan larut. Sebab, akan mengakibatkan gangguan mental seperti depresi.

Setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya. Berikut ini cara mengurangi rasa kesepian. 

Cara mengurangi rasa kesepian

1. Inisiatif untuk Mulai Berinteraksi

Salah satu pemicu seseorang merasa kesepian—meskipun dikelilingi banyak orang—adalah kurangnya hubungan sosial secara intens dengan orang tertentu.

Begini, kita memang punya banyak teman, tetapi kalau tidak ada satu pun yang dekat banget, kita akan merasa kesepian.

Sebab, saat kesepian, akan membutuhkan sosok yang bisa mendengarkan kita. Kita butuh sosok yang selalu mendukung dan memberikan semangat. 

Ketika merasa sepi, coba untuk membangun komunikasi yang baik dengan salah satu orang yang dipercaya. Kalau menunggu orang lain untuk memahami kita, itu tidak akan terjadi. Manusia, 'kan, tidak bisa baca pikiran, bagaimana mereka tahu kalau kita butuh mereka?

Pahami bahwa kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk terus-menerus selalu ada. Setiap orang punya kehidupannya masing-masing. 

Untuk mengurangi rasa kesepian, selain membangun hubungan intens. Kita juga harus memahami waktu dan posisi. Kapan harus berinteraksi dan menekan rasa egois.

2. Mengontrol Pikiran saat Merasa Sepi

Saat sepi, pikiran akan dibuat bekerja. Memikirkan segala hal yang bisa dipikirkan. Sebenarnya, tidak masalah memikirkan sesuatu saat sendiri.

Kalau yang dipikirkan itu semacam, ‘kok tidak ada yang peduli dan perhatian, ya, sama aku?’, ‘aku memang layak untuk hidup sendirian deh.’ dan sebagainya.

Asumsi-asumsi seperti itu akan jadi bumerang. Kesendirian akan berubah menjadi rasa kesepian. Kalau dibiarkan terlalu dalam akan mengganggu kesehatan mental.

Daripada berasumsi seperti tadi, yakinkan kalau kita memang layak hidup bersosialisasi, mendapatkan hubungan sosial dengan orang lain.

Memang, sebagai makhluk sosial butuh makhluk lain. Namun, kita juga harus menanamkan pola pikir bahwa diri sendiri adalah support system terbaik! Sebab, ada kalanya kita akan sendiri dan tidak bersama orang lain. 

3. Berkontribusi dalam Kegiatan Sosial

Selanjutnya, cara mengurangi rasa kesepian. Kita bisa berkontribusi dalam kegiatan sosial. Di sini kita akan belajar berbagi dan bersyukur lagi tentang kehidupan.

Berkontribusi atau berbagi dalam kegiatan sosial. Jadi salah satu cara mengurangi rasa kesepian yang efektif. Sebab, dengan begitu kita akan terhindar dari pikiran negatif. 

Kita akan merasa bahwa diri kita memang layak untuk hidup karena ada orang yang membutuhkan uluran tangan. Namun, tetap harus dikontrol, ya, jangan sampai tinggi hati dan tetap rendah hati.

Mengikut kegiatan sosial akan membuat kita makin bersyukur dan lebih menghargai kehidupan.

4. Menekuni Hobi

Kegiatan sosial memang ampuh, tetapi mungkin kurang works bagi kamu-kamu yang introver. Bisa jadi kamu-kamu ini lebih suka berbagi dari rumah, atau berdonasi. 

Menekuni hobi bisa jadi opsi untuk cara mengurangi rasa kesepian. Kenali apa hobi kita dan coba untuk tekuni sampai menjadi ahli terhadap hobi tersebut.

Hobi paling sederhana, misalkan membaca buku, menonton, mendengar musik, menulis, dll. Ketika merasa kesepian, coba lakukan salah satu hobi sederhana kita.

Sebab, dengan menekuni hobi, kita akan fokus dengan apa yang kita lakukan. Sehingga, pikiran akan terhindar dari asumsi-asumsi negatif.

5. Mengikuti Komunitas yang Sesuai

Cara satu ini cocok untuk siapa pun kamu, baik extrover maupun introver. Saat ini, zaman sudah serbadigital. Kita bisa menemukan komunitas yang dapat mengisi waktu kosong kita.

Memang, dengan adanya dunia digital, orang-orang jadi lebih sering berinteraksi di media sosial. Namun, hal tersebut tidak boleh bikin kita jadi merasa kesepian!

Jika mulai merasa kesepian, coba untuk ketahui minat dan bakat. Misal, suka menulis, coba mulai cari tahu komunitas menulis baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Untuk komunitas menulis sendiri, saat ini sudah banyak sekali tersebar. Kita tinggal pilih sesuai kemauan saja, salah satunya komunitas ODOP yang bisa dicoba.

Denpasar berkomunitas, kita akan jadi lebih produktif dan mendapatkan teman seperjuangan di bidang sama. Biasanya dalam suatu komunitas, akan saling mendukung satu sama lain, jadi hidup terasa lebih bergairah.

Diri sendiri teman terbaik
ITU DIA cara mengurangi rasa kesepian. Sebab, ada masanya kita akan merasa sepi. Setidaknya kita mengetahui langkah-langkah untuk mengurangi kesepian.

Penelitian mengatakan, makin banyak teman, maka makin rentan seseorang itu akan merasa kesepian. Sebab, dengan begitu akan mendorong seseorang untuk berusaha mencari teman dengan tujuan menghilangkan rasa sepi.

Kita memang perlu memperbanyak teman untuk kebutuhan relasi. Tidak ada yang salah untuk mencari banyak teman. Namun, banyaknya teman tidak menjamin dapat mengurangi rasa kesepian.

Sebab, hanya dengan memiliki satu teman intens, yang selalu bisa untuk mendengarkan cerita kita, itu lebih baik daripada terus-menerus mencari banyak teman.

Selain itu, kepercayaan diri juga penting untuk dibangun. Setiap orang yang dilahirkan akan selalu punya tujuan tersendiri. Tujuan itu kita yang bikin, salah satunya bermanfaat bagi diri sendiri kemudian orang lain. 

Jangan terlalu terfokus dengan orang lain. Kita harus fokus dengan diri sendiri. Mengenal siapa diri kita agar dapat meminimalisir sepi. 

Memang sulit, tetapi sebelum kita mencari orang lain untuk dijadikan teman terbaik. Jadikan diri sendiri sebagai teman terbaik lebih dulu, ya?

Tidak ada alasan lagi untuk terlalu larut dalam kesepian. Sekarang, kita mengetahui cara mengurangi rasa kesepian. Jadi, buat hidup lebih baik!

—

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/alasan-selalu-merasa-sendiri-di-tengah-keramaian

https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/mental/gangguan-mood/merasa-kesepian-depresi/%3famp=1

https://www.halodoc.com/artikel/tanpa-disadari-pikiran-ini-memicu-rasa-kesepian
Menyalahkan diri sendiri
SALAH, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, ada segelintir orang yang menyalahkan dirinya sendiri atas sesuatu yang bukan salahnya. Sikap tersebut membuat seseorang merendahkan dirinya sendiri. 

Lantas, ketika perasaan menyalahkan diri sendiri itu hadir. Selanjutnya, apakah kita mampu mengevaluasinya atau justru menghambat perkembangan kita?

Sibuk mengalahkan diri sendiri atas sebuah masalah, tanpa memikirkan solusi. Hanya akan membuat kita jadi takut untuk mencoba sesuatu yang baru.  Bagaimana cara agar tidak menyalahkan diri sendiri? 

Agar Tidak Menyalahkan Diri Sendiri untuk Menjaga Kesehatan Mental

Self-blaming atau menyalahkan diri sendiri adalah kondisi emosional yang tidak baik-baik saja. Hal tersebut dipicu karena sering menyalahkan diri sendiri. 

Banyak alasan yang membuat kita melulu menyalahkan diri sendiri. Salah satunya karena mengalami pengalaman traumatis di masa lalu. 

Bisa jadi, dahulu kita selalu disalahkan dan dianggap tidak bisa diandalkan. Pada akhirnya, tuduhan tersebut membekas dan tanpa sadar diamini oleh diri sendiri.

Kadang ketika suatu masalah terjadi, kita sibuk menyalahkan diri sendiri. Sejatinya, masalah itu terjadi karena hal lain, bukan karena kita. 

Hanya saja, karena kita punya tuduhan membekas tadi, akhirnya kita mencari-cari kesalahan yang seakan-akan relevan dengan apa yang kita lakukan. 

Misal, ketika kita merekomendasikam seseorang dalam suatu proyek. Namun, suatu hari, orang tersebut melakukan kesalahan fatal. Kita merasa tidak enak dan menyalahkan diri sendiri. 

Padahal kalau ditelisik, kesalahan orang tersebut di luar kendali kita. Memangnya kita punya harapan atas kesalahan orang tersebut? Tidak, 'kan?

Dampak menyalahkan diri sendiri tentu akan berpengaruh negatif bagi kehidupan kita. Salah satunya dapat mengurangi kepercayaan diri dan meningkatkan insecurity. 

Sementara, untuk bisa berkembang, kita harus memiliki kepercayaan diri sesuai porsi dan dapat mengendalikan rasa minder. Berikut agar tidak menyalahkan diri sendiri. 

Agar tidak menyalahkan diri sendiri

1. Mengakui Kesalahan, bukan Menyalahkan Diri

Saat kita melakukan kesalahan, akuilah. Mengakui bukan berarti kita menyalahkan diri sendiri, melainkan kita punya kesadaran untuk memperbaikinya. 

Kalau dirasakan, memang dua hal ini punya perasaan yang sama. Yang mana kita akan merasa tidak enak dan merasa kecewa terhadap diri sendiri. 

Meski punya respons emosi yang sama, tujuan dari dua hal itu berbeda. Kalau kita menyalahkan diri sendiri, berujung pada dampak buruk bagi mental kita.

Sementara, kalau kita mengakui kesalahan dengan kesadaran penuh. Kita punya tujuan untuk mengevaluasi diri. Tentang bagaimana agar kesalahan tidak terulang?

Jadi, ketika kita melakukan kesalahan. Segera sadari untuk diakui. Daripada menyalahkan diri sendiri, lebih baik mencari jalan keluar. 

2. Mengatur Harapan dan Ekspektasi

Sumber kekecewaan dan kesedihan selalu bermula dari harapan dan ekspektasi. Namun, bukan berarti kita tidak bisa/enggak boleh berharap dan berekspektasi sama sekali. 

Lagi-lagi segala hal di kehidupan ini perlu diatur sesuai porsinya. Teman-Teman pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. 

Benar adanya. Dalam mengambil keputusan, pasti akan dibarengi dengan harapan hasilnya akan sesuai dengan ekspektasi.  Namun, kita abai bahwa ada risiko dan konsekuensi yang harus dipersiapkan.

Sebab, banyak orang mudah kecewa terhadap keputusannya ssndiri. Agar tidak menyalakan diri sendiri, dalam mengambil keputusan kita perlu mempertimbangkan risiko dan konsekuensinya. 

3. Fokus Pada Kendali Kita

Agar tidak menyalahkan diri sendiri, kita pun harus punya fokus yang tepat. Sadari bahwa kita bukan Avatar yang bisa mengendalikan semua elemen di bumi. 

Pada akhirnya, kita hanya punya satu otak untuk berpikir banyak hal. Hanya punya dua mata untuk menjangkau beberapa meter. Punya dua telinga untuk mendengar secukupnya. Dua tangan untuk meraih yang dapat digenggam. Punya dua kaki untuk melangkah semampunya. 

Artinya, kita dapat mengendalikan anggota tubuh sesuai kemampuan. Memangnya kita bisa menjangkau seluruh aspek kehidupan dengan anggota tubuh kita? 

Sebagai manusia, kita pun memiliki batasan. Kita harus membatasi diri untuk tidak menampung semua masalah ke dalam diri kita. 

Fokuslah pada sesuatu yang bisa kita kendalikan. Hal yang terjadi di luar kendali, cukup jadikan pelajaran. Tidak perlu dipikirkan sedemikian rupa sampai mengganggu mental.

Jika kita bisa fokus mengendalikan diri sendiri, kita bisa dengan mudah mengatur pikiran supaya tidak menyalahkan diri sendiri. 

4. Mengkritik Diri sesuai Porsi

Manusia pasti melakukan kesalahan, maka kita juga butuh dikritik. Namun, jangan jadikan kritik sebagai ajang menyalahkan diri sendiri, ya! 

Mengkritik diri sendiri menjadi momen kita introspeksi diri. Dalam hal ini kita memilah-milah kesalahan untuk kemudian dijadikan bahan pembelajaran. 

Kritik tentu merupakan hal baik karena ada pemantik untuk kita berkembang. Hanya saja, mengkritik hal secara berlebihan—apa lagi bukan salah kita—hanya akan menyalahi diri sendiri.

5. Mengekspresikan melalui Tulisan

Pada akhirnya, fenomena self-blaming ini adalah hal yang manusiawi. Sebenarnya tidak masalah untuk melakukannya. Namun, manfaatkan momen tersebut dengan menulis di jurnal harian. 

Tuliskan segala keluh kesah kita,, sebab akibat, dan alasan mengapa kita menyalahkan diri sendiri? Tumpahkan apa yang mengganggu pikiran kita. 

Percayalah, bahwa tulisan mampu menjadi teman terbaik di saat semua orang tidak bisa memahami kita. Bahwa, tulisan mampu melepaskan beban dalam diri kita. 

Setelah itu, biarkan jurnal harian terbuka seakan-akan jurnal itu tengah melepaskan emosi negatif yang membendung. Selanjutnya lakukan aktivitas menyenangkan. 

Jika kondisi mental kita sudah lebih baik. Kita bisa kembali me-review apa yang telah ditulis di jurnal harian tadi. Pahami dan telisik, apa yang terjadi? Kemudian, lakukan evaluasi. 

Kita Manusia yang Enggak Akan Bisa Sempurna,

Tidak ada yang sempurna
Gagal itu pasti. Manusia tidak luput dari kesalahan. Terkadang sepiawai apa pun kita merancang rencana, berekspektasi tinggi, kalau semesta tidak berpihak? Ya s,udah, akan terjadi hal-hal di luar pikiran dan kendali kita. 

Dari sekian banyak makhluk hidup, manusia dikatakan paling sempurna. Namun, secara kemampuan dalam memahami kehidupan, kita tidak sesempurna itu juga. 

Ada kalanya kita melakukan kesalahan, baik sengaja maupun tidak. Namun, selama kita punya kesadaran untuk mengakui, maka jalani dan belajar. 

Kesalahan ada bukankah untuk dipelajari? Bukan berarti kita harus dengan sengaja berbuat salah untuk bisa belajar dari kesalahan, ya! 

Ketika kesalahan itu sudah terlanjur terjadi, mengapa harus ,menyalahkan diri sendiri? Lebih baik kita mempelajarinya agar tidak terlalu menyesali.

Kegagalan dan kesalahan itu sebuah proses. Manusia agar bisa berkembang, dibutuhkan proses, 'kan? Menurutku, proses itu mahal karena merupakan pelajaran berharga. 

Jadi, agar tidak menyalahkan diri sendiri, yuk, ubah pola pikir bahwa kita sedang berproses untuk menjadi lebih baik! 

—

Referensi: 

https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/selalu-menyalahkan-diri-sendiri-apakah-tanda-gangguan-mental#:~:text=Selalu%20menyalahkan%20diri%20sendiri%20bisa,seseorang%20yang%20sedang%20sangat%20membutuhkan.
suka ngomong sendiri,
MANFAAT SELF TALK untuk diri sendiri, memang sepengaruh itu, ya? Modal ngomong dengan diri sendiri, tetapi dapat menentukan kualitas hidup kita akan seperti apa? Ternyata hal itu benar adanya.

Kita mungkin pernah mendengar kalimat  bahwa siapa kita adalah apa yang kita pikirkan. Artinya, apa pun yang kita pikirkan tentang diri kita, itulah diri kita. Bisa jadi itu bukan diri kita yang sebenarnya karena sudah terpengaruh dengan otak dan pikiran kita sendiri.

Untuk itu kita perlu self talk dan harus memilih kalimat yang baik dalam melakukan self talk. Ngomong sendiri bukan hal yang aneh kok, justru hal tersebut memiliki dampak positif bagi kehidupan. 

Manfaat Self Talk membuat Hidup Lebih Berkualitas!

Self talk adalah dialog yang terjadi dalam diri kita. Antara kamu dan diri kamu sendiri. Dialog internal yang lebih mendalam dan intens. 

Kebanyakan orang suka tidak sadar kalau dirinya sedang self talk. Misal, setelah menghadapi suatu masalah dan merasa sikap kita kurang sopan. Secara otomatis batin akan berbisik, "Duh, kok, aku tadi begitu, ya? Enggak sopan banget, sih, nanti ke depannya jsngan begitu lagi, deh!"

Tahu tidak, sih, frekuensi kita self talk jauh lebih banyak daripada berbicara dengan orang lain, lo. Umumnya kita akan menghabiskan 20.000 kata per hari, sementara self talk bisa sampai 60.000 kata per hari. 

Tentu, kita harus memanfaatkan self talk dengan menghabiskan berpuluh ribu kata untuk mengonsumsi kata-kata yang baik.  Sebab, self talk bisa negatif maupun positif. Tergantung dengan pribadi kita.

Kalau kita merupakan pribadi yang optimis dan selalu berpikir positif, maka secara otomatis self talk akan ter-setting positif. Sebaliknya, kalau cenderung pesimis dan selalu berpikir negatif, self talk akan negatif. 

Bagaimana cara melakukan self talk yang baik? Mendapatkan manfaat self talk untuk diri sendiri, pun kita harus mulai merutinkan self talk positif.

Coba ubah pola pikir tidak bisa, jadi belum bisa, kemudian akan bisa. Aku pasti bisa! Tidak apa-apa hari ini belum bisa, tetapi besok aku akan berusaha! Tidak apa-apa gagal, namanya juga proses. 

Rutinkan self talk positif selama 30 hari dan tingkatkan ke 60 hari, seterusnya dan selamanya. Dengan begitu, cara pandang kita terhadap diri sendiri dan orang lain pun akan berubah. Kita jadi lebih bisa memandang suatu peristiwa dari sisi baiknya.

Manfaat self talk

1. Mengendalikan Stres

Manfaat self talk untuk diri sendiri tentu berpengaruh pada stres. Kalau kita stres, kualitas hidup akan tidak seimbang dan jadwal pun berantakan. Bahkan kita jadi lebih susah fokus untuk mengerjakan sesuatu. 

Saat kita stres, cobalah untuk self talk. Tanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan diri kita sendiri? Pikirkan kejadian atau peristiwa apa yang menyebabkan kita stres?

Bicarakan seperti sedang curhat, bedanya kali ini dengan diri sendiri. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mengontrol stres dan lebih mudah dalam meregulasi emosi. Sebab, kita sudah menganalisis akar masalahnya.

2. Menekan Rasa Kesepian

Merasa sepi itu wajar, kok, tetapi memang tidak semua orang nyaman dan mampu beradaptasi dalam perasaan sepi. Memang, apa enaknya dari rasa sepi? Atau begini, merasa sepi di tengah keramaian?

Sekarang kalau kita ,sedang merasa kesepiaan, lakukan self talk lebih dulu. Manfaatkan waktu untuk bicara dengan diri sendiri. Apa yang harus dan akan dilakukan? Dengan begitu kita jadi lebih punya rencana untuk menekan rasa sepi.

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri pun jadi salah satu manfaat self talk untuk diri sendiri.  Ketika kita diharuskan presentasi di depan kelas. Namun, di sisi lain belum pernah berbicara di depan banyak orang. 

Pasti akan merasa gugup dan khawatir, takut salah ngomong, takut bikin malu, dll. Nah, sebelum melakukan presentasi, coba katakan pada diri sendiri kalau aku bisa dan apa pun yang terjadi sudah merupakan sesuatu yang hebat..

Dengan begitu, kita akan lebih percaya diri untuk presentasi. Sebab, ketika kita belum bisa mengendalikan rasa takut, pasti presentasi akan tidak nyaman dan bicara pun jadi tidak tertata. 

4. Mudah Mengambil Keputusan

Namanya hidup pasti tidak akan lepas dari berbagai polemik masalah. Memang tidak semua masalah punya jalan keluar. Akan selalu ada proses dan butuh waktu yang tidak sebentar. Untuk mengatasi bahkan menghadapi masalah pun bukan hal mudah. 

Nah, manfaat self talk untuk diri sendiri akan membantu kita memecahkan masalah. Mulai dari kejadiannya hingga akar masalahnya. Kita bisa memilah masalah mana yang sekiranya bisa diselesaikan lebih dulu. 

Tidak ada salahnya untuk berdiskusi dengan orang lain dalam mengambil keputusan. Akan tetapi, diskusi tersebut tidak bisa secara mutlak bersifat keputusan. Artinya, kita sendiri mesti mempertimbangkan. 

5. Media untuk Refleksi Diri

Self talk dapat menjadi sarana atau media untuk refleksi diri. Pada fase ini, kita akan dibawa untuk merefleksikan kejadian dan sikap hari ini. Bisa dikatakan, merekap perbuatan dan tindakan apa yang sudah kita lakukan seharian ini. Bagaimana dampaknya bagi orang lain?

Self talk sebelum tidur misalnya, lakukan introspeksi dan mengevaluasi tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Katakan hal baik terhadap diri sendiri untuk hari esok. Besok aku akan belajar dari hari ini dan menjadi lebih baik lagi.

6. Mengenal Diri Sendiri

Manfaat self talk untuk diri sendiri secara tidak sadar akan membantu kita untuk mengenali diri sendiri. Sebenarnya kita ini orang yang seperti apa? Apa kelebihan dan kekurangan kita? Bagaimana kita menyikapi suatu peristiwa atau pendapat?

Biasanya self talk akan mendeskripsikan diri kita meski tidak secara eksplisit. Misal, kita menyadari kalau kita kesulitan dalam melakukan suatu hobi, tetapi lihai di hobi lain. Batin akan berbisik, aku lebih suka ini daripada itu. 

Nah, hal tersebut pun menjadi sebuah perkenalan terhadap diri sendiri. Dengan mengenali diri sendiri, akan lebih mudah untuk menerima dan memperbaikinya kekeringan sehingga kita bisa jadi manusia yang terus belajar.

Menjadi diri positif

7. Positive Vibe

Self talk positif yang dilakukan secara rutin akan membuat energi dan aura diri jadi ikut positif. Sebab, di situ kita bisa melihat segala aspek kehidupan dari kebaikan. Bahkan, dapat melihat hal baik dari hal negatif sekali pun.

Sehingga, self talk memancarkan positive vibes yang bikin orang nyaman dengan kita. Pun, kita jadi tidak perlu susah payah memikirkan urusan orang lain atau sibuk iri hati. Bahkan membandingkan diri karena kita tahu bahwa kita punya value.

NAH, itu dia dampak apabila kita melakukan self positive talk secara rutin. Jadi, hindari perkataan meremehkan dan merendahkan diri sendiri. Khawatir perkataan tersebut kemudian menjadi sugesti dan kenyataan. Mari kita mulai terapkan dan dapatkan manfaat self talk untuk diri sendiri!

Ketika kita ditolak
CARA MENERIMA PENOLAKAN dalam hidup, memangnya sepenting itu, ya? Apa kita tidak boleh marah saat mendapatkan penolakan? Ketika kita telah berusaha dan berkorban, katanya usaha tidak akan mengkhianati hasil?

Siapa di sini yang pernah mengalami penolakan? Bahkan belum melakukan usaha pun sudah ditolak. Meski itu hal yang wajar dan normal terjadi di kehidupan kita. Namun, setiap ada penolakan, akan ada hati yang teriris dan menyisakan tangis. Bahkan, bikin tidak bersemangat lagi.

Ketika kecil kadang kala permintaan ke orangtua tidak dituruti. Akhirnya kita marah dan menangis, tetapi emosi negatif tersebut tetap tidak akan mengubah keputusan orangtua..

Ketika remaja, mulai bertemu teman baru dan mengenal cinta. Tertarik pada lawan jenis. Pada awalnya kita berbunga-bunga, tetapi ketika perasaan kita bertepuk sebelah tangan. Kita akan kecewa dan menangis. Orang menyebutnya, patah hati.

Saat dewasa, kehidupan mulai berlaku keras. Mulai dari mencari pekerjaan, memperjuangkan masa depan, menjaga hubungan baik meski teman menyusut. Masa ini kita lebih sering mendapatkan penolakan, kadang kala kita menolak penolakan dan tidak menerimanya. 

Selalu berkorban dan berjuang mencari pekerjaan, menaruh berkas lamaran dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Mengantre di bawah terik matahari. Bersaing dengan calon pekerja lainnya. Hampir satu tahap lagi. Akan tetapi, gagal, lamaran ditolak. Itulah hidup. 

Bagaimana Cara Menerima Penolakan agar Hidup Lebih Tenang?

Ketika penolakan itu hadir, secara refleks kita akan sulit untuk menerima. Mungkin sebelumnya kita sudah membayangkan bahwa apa yang kita inginkan dan kejar akan kita miliki. Namun, realitas tidak semudah itu.

Penolakan di sini bukan hanya tentang perasaan diremehkan dan dianggap sebelah mata. Namun, lebih dari itu, penolakan bisa datang dari mana pun, dari siapa pun, bahkan orang terdekat. Ini merupakan cobaan tersendiri. 

Penolakan itu wajar terjadi dalam kehidupan manusia. Tinggal bagaimana manusia itu mengolah dan menghadapi penolakan tersebut. Meskipun, masih banyak orang berujung tidak bisa berdamai dengan si penolak atau bahkan penolakan itu sendiri. 

Dampaknya terhadap masing-masing orang memang berbeda. Tergantung kondisi mental dan bagaimana pengalaman hidup berlalu. Sebab, pola pikir dan karakteristik kita terbentuk karena pengalaman apa yang sudah terjadi di masa lalu.

Semua orang butuh proses untuk berdamai. Pun, setiap orang punya pilihan untuk pergi atau menerima dengan berdamai terhadap penolakan tersebut. Namun, bagaimana cara menerima penolakan dalam hidup, setidaknya merupakan salah satu proses pendewasaan. 

Cara menerima penolakan dalam hidup

1. Validasi Penolakan

Cara menerima penolakan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memvalidasi penolakan tersebut. Mengamini bahwa penolakan itu memang ada dan hadir untuk kita. Perlahan-lahan akan lebih mudah bagi kita untuk menerimanya.

Mudah di sini, tetap melalui berbagai proses. Tidak hanya validasi penolakan, tetapi kita juga perlu mencoba dan belajar validasi respons perasaan terhadap penolakan. 

Kalau dirasa kita marah, sedih, sakit, kecewa, akui semua perasaan itu. Kemudian ekspresikan perasaan tersebut dalam tulisan atau hobi lain. Bahkan tidak ada salahnya untuk menangis. 

Kalau kita tidak memvalidasi penolakan dan respons perasaan tersebut. Akan lebih sulit bagi kita untuk berdamai dan move on. Pada akhirnya, kita hanya memendam dendam dan traumatis. 

2. Urgensi Si Penolak

Ketika mendapatkan penolakan, kita punya opsi untuk menjauhi atau tetap berkomunikasi baik. Semua itu tergantung urgensi si penolak. Apakah dia benar-benar punya pengaruh penting dalam hidup kita?

Kalau tidak dan dia memilih menjauh, lepaskan. Kalau orang itu penting, kita perlu mengomunikasikan permasalah tersebut dan membuat kesepakatan yang tidak menyakiti kedua belah pihak. 

Memang tidak mudah, tetapi ketika kita tetap menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan seseorang yang pernah menolak kita, ini cara menerima penolakan yang bijak. 

Bukan berarti orang yang tidak bisa menjalin komunikasi dengan orang yang pernah menolaknya, adalah hal yang remeh. Ingat, bahwa setiap orang punya cara berdamai yang berbeda. 

3. Fokus pada Sesuatu yang Bisa Dikendalikan

Penolakan adalah sebuah tindakan yang terjadi di luar kendali kita. Lagian siapa sih yang mau menerima penolakan dengan sukarela? Cara menerima penolakan, coba deh untuk fokus pada sesuatu yang bisa dikendalikan. 

Ketika mendapatkan penolakan, untuk menerima kita perlu memahami kalau penolakan bukan atas kendali kita. Penolakan terjadi pun bukan karena kita tidak pantas, tetapi bisa jadi bukan untuk kita. 

Setiap orang punya haknya masing-masing, tetapi ada waktunya. Pikirkan hal-hal yang bisa dikendalikan, seperti mengendalikan diri untuk menghadap penolakan. Atau, meminimalisir rass kecewa akibat penolakan.

Nah, setelah memvalidasi, mulai fokus untuk meregulasi emosi-emosi tersebut. Yakini kalau kita bisa melalui hari-hari selanjutnya. Jangan berusaha untuk menghindari kenyataan, tetapi biarlah kenyataan itu singgah sampai akhirnya dia akan pergi sendiri. 

4. Memandang Penolakan dari Perspektif Lain

Cara menerima penolakan dalam hidup, kita perlu memandang penolakan dari perspektif lain. Sulit karena secara otomatis pikiran kita akan mempertanyakan terkait mengapa penolakan itu terjadi? Bahkan cenderung mulai merendahkan diri sendiri. 

Untuk pertama, tidak apa-apa kita berpikiran seperti itu. Namun, jangan terlalu larut dan bikin kita malah jadi tidak percaya diri dan menyalahkan diri sendiri. Coba tanyakan pada diri kita sendiri, pelajaran apa yang bisa diambill dari penolakan?

Bahwa tidak semua hal bisa kita miliki meski telah berusaha sekali pun. Di sisi lain, hal ini mengajarkan kita untuk berharap dan berekspektasi sesuai porsinya. Percaya, deh, penolakannya merupakan pelajaran hidup yang mahal. 

Kadang, kita tidak perlu membenci seseorang yang menolak kita. Barang kali dia juga bingung dan merasa tidak enak. Apa lagi kalau dia sampai minta maaf karena menolak. Memaksakan sebuah penerimaan hanya akan saling menyakiti. 

Hidup adalah pilihan

5. Sebuah Pilihan

Kok pilihan, sih? Bukannya tadi bilang kalau tidak ada seorang pun yang bisa menerima penolakan dengan sukarela, ya? Yup, betul! Namun, bukan itu poinnya. Sekarang mari kita sedikit memperdalam kronologis penolakan itu terjadi.

Sebuah penolakan terjadi karena adanya harapan. Jadi, memgapa ditolak rasanya sakit? Itulah sebabnya penolakan menyisakan rasa tidak enak. Ketika berharap, kemudian mendapatkan penolakan akan terasa sakit, apalagi kalau berlebihan, 'kan?

Artinya harapan akan menghadapi dua kemungkinan, sesuai ekspektasi atau sebaliknya? Itulah mengapa sebelum berharap, perlu memikirkan risiko dan konsekuensi. Kemudian, persiapkan diri terhadap apa yang harus dilakukan kalau tidak sesuai ekspektasi?

Hidup adalah pilihan. Meskipun kita tidak sepenuhnya sadar. Jangan pula menyalahkan diri sendiri karena manusia pasti akan melalui proses penolakan. Tinggal bagaimana cara kita menjalaninya saja. 

Setiap orang punya cara sendiri dalam menerima penolakan. Belajar bahwa penolakan kadang kala tidak bisa dihindari, tinggal bagaimana kita menghadapinya. Kalau di kehidupan tidak ada penolakan, kita tidak pernah bisa berproses dan berkembang. 

Mulai untuk belajar manajemen harapan. Sumber kekecewaan kalau ditelisik lagi bukan dari penolakan, melainkan karena harapan dan ekspektasi yang terlalu tinggi. Sesuatu kalau berlebihan, pada akhirnya akan menjadi beban tersendiri. 

Nah, itu dia cara menerima penolakan dalam hidup. Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti kita mesti berhenti dan jatuh. Terima saja pahit asamnya kehidupan karena terlalu banyak pelajaran hidup yang telah dan akan kita lalui. 


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

FIND ME

POPULAR POSTS

  • Review Aplikasi Jagat, Bantu Cari Teman Sefrekuensi!
  • Penulisan Berita sesuai Kode Etik Jurnalistik
  • Alasan Perempuan Menggunakan Makeup
  • Orang Muda Bisa Apa terhadap Isu Perubahan Iklim?
  • Ternyata Low Vision itu Tunanetra?
  • Cara Memiliki Sikap Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
  • This Ramadan: Menemukan Kebaikan di Balik Ketakutan
  • Agar Hidup Tidak Gengsian: Setop Visi Foya Misi Foya!
  • Alasan dan Kiat Mengatasi Reading Slump!
  • Mengenal Sosok ENFJ-T [1/2]: Seperti Protagonis di Film-Film

CATEGORIES

  • Catatan Belajar 1
  • Daily Journal 2
  • EMOSIONAL 12
  • Feature 3
  • Journeyeling 5
  • Life 29
  • Love 6
  • Memoir 4
  • MENTAL 13
  • Muslimaheal 1
  • REVIU 3
  • SOSIAL 7
  • Sustainable 1
  • Writing 1

Featured Post

Ternyata Low Vision itu Tunanetra?

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template